Memasuki dunia perkuliahan, barangkali sudah terlalu kenyang diri kita untuk menerima tugas-tugas yang diberikan oleh Dosen. Namun, kecanggihan gadget diawal abad 21 ini telah membawa era baru bagi mahasiswa untuk lebih mudah dalam mengerjakan tugas-tugas. Gugling, baca sedikit (atau lebih-lebih malah tidak membaca), lalu tinggal srot-srot copy dan paste, beri sumber, dan selesai. Sungguh sangat dimanjakan sekali generasi akademis diabad ini.
Sangat ironi kemudian apabila dengan kemudahan-kemudahan itu malah menjadikan kita lalai dan masa bodoh dengan kaidah-kaidah dalam penulisan tugas itu sendiri. seperti contoh pada penulisan daftar pustaka yang diambil dari internet seperti dibawah ini :

Mengenai sistematika penulisan daftar pustaka yang bersumber dari internet, terdapat banyak varian yang bisa dipakai. Salah satunya adalah Format APA (American Psychological Association) dan Format MLA (Modern Language Association). Kedua format ini yang sangat familiar digunakan dalam penulisan karya tulis.
Namun, Akan sedikit menyulitkan kita untuk menuliskan sumber dengan baik karena seringkali informasi yang dibutuhkan tidak tersedia dengan akurat, misalnya tidak tercantumnya nama penulis dan tanggal publikasi disuatu website.
FORMAT MLA
Dalam menggunakan format MLA, terlebih dahulu kita harus mengumpulkan beberapa informasi yang nantinya diperlukan dalam penulisan sumber, yang diantara lain adalah :
- Nama penulis dan/atau editor (jika ada)
- Nama artikel dalam tanda kutip (jika ada)
- Judul situs web, proyek, atau buku yang dicetak miring
- Nomor versi berapa pun yang tertera, termasuk revisi, tanggal pemasangan, volume, atau nomor terbit.
- Informasi penerbit, termasuk nama penerbit dan tanggal terbit.
- Catatlah nomor halaman apa pun (jika ada).
- Media publikasi.
- Tanggal Anda mengakses materi.
- URL (jika dibutuhkan)
MLA tidak mengharuskan untuk mencantumkan URL karena seringkali alamat URL berubah-ubah dan sepenuhnya mati/tidak aktif. Penulisan sumber setidaknya mencakup info tentang nama penulis/editor, judul artikel, nama dan alamat website, tanggal artikel, dan tanggal diunduh oleh kita, serta url (dituliskan dengan didalam simbol ” jika diperlukan.
-
Misalnya : Melawan,Wani. “Sastra itu Yang Bagaimana?.” WaniMelawan.Wordpress.com. 24 Juni 2017. 20 Sept 2017 .
FORMAT APA
Pengutipan dalam format APA akan lebih memudahkan karena hanya memerlukan informasi yang lebih sedikit untuk mengutip website. cukup dengan menuliskan nama penulis, tanggal publikasi, judul, dan URL halaman website.
-
Misalnya: Melawan, Wani. 24 Juni 2017. [Review] Gerbang Trinil, Science Fiction Rasa Lokal. https://wanimelawan.wordpress.com/2017/01/30/review-gerbang-trinil-science-fiction-rasa-lokal/.
*Untuk penulisan daftar pustaka yang tidak ditemukan nama penulisnya, maka nama penulis dapat diganti dengan nama lembaga/instansi yang menerbitkannya.
Oh iya, sekedar nostalgia Wani ingatkan kembali aturan main dalam penulisan daftar pustaka:
- Nama penulis ditulis mulai dari nama belakang diikuti dengan tanda koma kemudian nama depan, kecuali nama cina.
- Nama penulis yang ada pada kutipan wajib dimasukkan ke dalam daftar pustaka yang ditulis secara lengkap
- Daftar Pustaka diurut berdasarkan Numerik.
- Sebutan gelar pengarang tidak perlu dicantumkan
- Bila terdapat lebih dari satu pengarang, maka semua nama pengarang tetap ditulis, dan nama pengarang pertama saja yang dibalik, dan tidak perlu menggunakan et al atau dkk (aturan terbaru)
- Sumber daftar pustaka yang tidak ada nama pengarangnya ditulis nama lembaga/instansi yang menerbitkannya.
- Bila terdapat nama penulis yang sumber pustaka yang digunakan lebih dari satu buku, maka nama penulis tersebut tetap ditulis.
- Setiap Pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri kanan), tepi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
- Batasan tahun referensi pustaka maksimal 5 (lima) tahun terakhir
- Referensi pustaka yang diunduh dari internet, harus melalui URL/Web resmi, dengan ketentuan terdapat: nama penulis. Tahun upload tulisan. Judul tulisan. Nama lengkap URL/Web. (tgl,bulan,dan tahun diunduh). Bukan dari Blogspot, wordpress, wikipedia, atau kamus.
Tugas kuliah merupakan hadiah dari dosen kepada mahasiswa yang disayanginya. Jadi, selamat berkarya! Kita pasti bisa!.

Leave a Reply to Juman Bin Wastono Cancel reply